Wednesday, March 4, 2020

BAGIAN ISI MAKALAH YANG BERJUDUL SISTEM KEMUDI (POWER STEERING)

BAGIAN ISI DARI MAKALAH YANG BERJUDUL SISTEM KEMUDI (POWER STEERING)




BAB lIl
LANDASAN TEORI



PENGERTIAN
      Pengertian Sistem Kemudi (Steering System)
Sistem kemudi terdiri dari komponen-komponen yang berfungsi memberikan
 kendali kepada pengemudi memutar kemudi untuk menentukan gerak arah roda
depan pada kendaraan. Dengan artian sistem kemudi adalah sekelompok bagian
 yang mentransmisikan gerak kendali dari pengemudi menuju roda kemudi ke
depan, dan juga terkadang bagian roda belakang

FUNGSI

Sistem kemudi atau Steering system

berfungsi untuk mengendalikan arah kendaraan sesuai kehendak pengemudi.
Umumnya yang dikendalikan adalah kedua roda depan, meskipun dewasa ini
telah dikembangkan dengan sistem pengendalian ke empat roda. Walaupun
demikian, kendaraan harus dapat dikendalikan dengan mudah agar roda tidak
 terseret saat kendaraan sedang berbelok. Untuk maksud tersebut pada tahun
1818, Rudolf Ackerman menemukan suatu cara, yaitu bila kendaraan dibelokkan
maka seluruh roda yang menyebabkan kendaraan berbelok harus mempunyai satu
titik putar saja, dengan demikian roda mudah berbelok (tidak terpaksa)  roda tidak
terseret. Dasar dari prinsip ini adalah bahwa titik putar roda jika diperpanjang  tie
rod end (penghubung gerakan roda kiri dan kanan) harus tepat terletak di  antara
roda belakang kiri dan kanan.

Keuntungan
 1. Komponen gigi kemudi relative besar, dapat digunakan untuk kendaraan sedang, mobil besar, dan kendaraan komersial.
2. Keausan relative kecil dan pemutaran roda kemudi relative ringan.

Kerugian :
1. Konstruksi rumit karena hubungan antara gigi sector dan gigi pinion tidaklangsung
2. Biaya perbaikan lebih mahal

Pengertian Sistem Kemudi dan Fungsinya







 Keterangan Gambar :
 Ø Nomor 1 Steering wheel
 Ø2 Steering coulomn
 Ø Nomor 3 Universal joint
 Ø Nomor 4 Housing steering rack
 Ø Nomor 5 Booth steer
 Ø Nomor 6 Tie rod

 Sistem kemudi berfungsi untuk mengatur arah kendaraan atau berfungsi untuk
membelokan roda. Jika pengendara membelokan Steering wheel (lihat gambar) maka steering coulumn akan meneruskan puntiran ke steering gear. Kemudian steering gear akan memperbesar tenaga puntiran hingga menghasilkan momen puntir yang lebih besar yang akan diteruskan ke steering linkage, kemudian steering linkage akan meneruskan puntiran dari steering gear ke roda kendaraan.


Jenis-Jenis Sistem Kemudi

A. Sistem Kemudi Manual
Dengan diproduksinya mobil-mobil baru sekarang ini penggunaan Sistem kemudi secara manual sudah mulai ditinggalkan. Pada sistem ini dibutuhkan adanya tenaga yang besar untuk mengemudikannya. Akibatnya pengemudi akan cepat lelah apabila mengendarai mobil terutama pada jarak jauh


B. Tipe Sistem Kemudi Manual

Recirculating ball
Cara kerjanya : Pada waktu pengemudi memutar roda kemudi, poros utama yang dihubungkan
dengan roda kemudi langsung membelok. Di ujung poros utama kerja dari gigi cacing dam mur pada bak roda gigi kemudi menambah tenaga dan memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju lengan pitman ( pitman arm ).






 Lengan-lengan penghubung (linkage), mulai dari batang penghubung ( relay rod ), tie
rod, lengan idler ( idler arm ) dan lengan nakel arm dihubungkan dengan ujung pitman arm. Sambungan tersebut memindahkan gaya putar dari kemudi ke roda-roda depan dengan memutar ball joint pada lengan bawah ( lower arm ) dan bantalan atas untuk peredam kejut. Jenis ini biasanya digunakan pada mobil penumpang atau komersial.

Keuntungan:
1. Komponen gigi kemudi relative besar, dapat digunakan untuk kendaraan sedang, mobil besar, dan kendaraan komersial.
2. Keausan relative kecil dan pemutaran roda kemudi relative ringan.

 Kerugian:
1. Konstruksi rumit karena hubungan antara gigi sector dan gigi pinion tidak langsung
2. Biaya perbaikan lebih mahal

Jenis rack and pinion
Cara kerja :
 Pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akanm menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke Lengan nakel pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan
satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama.






 jenis rack and pinion jauh lebih efisien bagi pengemudi untuk
mengendalikan roda-roda depan. Pinion yang dihubungkan dengan poros utama
kemudi melalui poros intermediate, berkaitan denngan rack.

 Keuntungan :
Konstruksi ringan dan sederhana
Persinggungan antara gigi pinion dan rack secara langsung
Pemindahan momen relatif lebih baik, sehingga lebih ringan 

 Kerugian :
Bentuk roda gigi kecil, hanya cocok digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil atau sedang.
. Lebih cepat aus
Bentuk gigi rack lurus, dapat menyebabkan cepatnya keausan


Sistem Kemudi Jenis Power Steering
Power steering merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk meringankan memutar sistem kemudi kendaraan sehingga menghasilkan putaran kemudi yang ringan tanpa membutuhkan tenaga yang berarti untuk mengendalikan kemudi. Dalam perkembangannya power steering terbagi menjadi 2, yaitu : Hidrolik Power Steering dan Elektronik Power Steering.

HYDRAULIC POWER STEERING
Rack-and-pinion assembly merupakan unit hydraulic-mechanical dengan integral piston dan rack assembly. Di dalamnya ada satu rotary valve yang mengarahkan aliran minyal power steering dan mengontrol tekanan untuk mengurangi steering effort (suatu usaha daya yang diperlukan untuk memutar kemudi). Ketika kemudi diputar, tahanan yang terbentuk oleh adanya berat dari kendaraan dan gesekan roda ke ban, menyababkan torsion bar di dalam rotary valve menjadi agak cenderung melenceng. Hal ini akan merubah posisi valve spool dan sleeve, karena itulah diperlukan pengarahan pelumas bertekanan ke proper end yang terdapat pada power cylinder. Perbedaan tekanan pada sisi piston (yang dipasang pada rack) membantu menggerakkan rack untuk mengurangi langkah usaha putar. Pelumas di dalam power cylinder yang berlawanan didesak ke control valve dan kembali ke pump reservoir. Ketika steering effort berhenti, maka control valve akan diketengahkan oleh gaya melintir dari torsion bar, tekanan pada kedua sisi piston akan disamakan, dan roda depan kembali ke posisi lurus ke depan.


KONSTRUKSI SISTEM




Rack-and-pinion power steering system terdiri dari: · Rack and pinion steering gear box Rack Pinion/Gearbox adalah system penggerak Power Steering dari kemudi atas kemudian di teruskan ke bagian roda dengan dibantu oleh komponen understeel atau kaki-kaki kendaraan (tie rod, rack end, idle arm dll). Di dalam system RackPinion/Gearbox terdapat piston dan valve(katup) yang bekerja sesuai tekanan olie yang disalurkan melalui Vane Pump, selain itu terdapat juga seal-seal yang berguna menahan tekanan olie agar tidak bocor keluar. · Power steering oil pump Pompa PS berfungsi sebagai penyalur tenaga dari

mesin dengan oli yang bertekanan tinggi yang kemudian diteruskan ke bagian Rack Pinion/Gearbox melalui Selang Tekan (Selang bertekanan tingi). Posisi Vane Pump selalu berada di bagian atas dari RackPinion/Gearbox. Dan hampir setengahnya system Power Steering dikendalikan/ditentukan dari kerja Pompa, oleh karena itu bila terdapat kerusakan pada Pompa hampir dipastikan system Power Steeringnya juga tidak akan jalan alias rusak · Oil reservoir Oil reservoir berfungsi untuk menampung oli P/S. · Tubes/Hose (selang) Selang ini berfungsi yang menyalurkan oli yang bertekanan tinggi dari Vane Pump ke bagian Rack Pinion/Gearbox, dengan perputaran/rotasi yang sangat cepat maka dapat menimbulkan efek bunyi jika bahan selang yang dipakai kurang bagus kualitasnya.



PRINSIP KERJA POWER STEERING HIDROLIS

Sistem power steering menggunakan tekanan hidrolis yang dibangkatkan oleh power steering pump gunanya adalah untuk mengurangi langkah usaha yang diperlukan untuk memutar kemudi. Power steering pump dipasang di depan engine. Pompa yang dipakai adalah tipe vane-type, dan digerakkan oleh crankshaft melalui drive belt. Minyak power steering ditarik dari reservoir ke pompa pada saat mesin dalam keadaan hidup. Minyak ini ditekan oleh satu power steering switch dan control valve yang letaknya di dalam power steering pump.





ELECTRIC POWER STEERING

Sistem Electronic Power Steering (EPS) termasuk di dalamnya komponen yang sama
seperti pada sistem power steering konvensional. Sebagai tambahannya adalah
sebuah solenoid valve pada power steering gear box, dan satu control unit dekat
dibawah audio yang terletak di panel farcia tengah. Untuk mengontrol aliran oli pada
steering gear box, disediakan satu solenoid yang bekerja berdasarkan arus dari control
module yang menerima sinyal dari VSS (Vehicle Speed Sensor) dan TPS.






CARA KERJA ELECTRIC POWER STEERING

ara kerja Sistem Electric Power Steering (EPS) adalah saat kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik untuk kondisi stand-by, bersamaan dengan itu indikator EPS pada panel instrumen menyala. Saat mesin hidup, Noise Suppressor segera menginformasikan pada Control Module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung menghubungkan motor dengan batang setir. Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas memberi informasi pada Control Module ketika setir mulai diputar. Disebut Torque Sensor, ia akan mengirimkan informasi tentang sejauh apa setir diputar dan seberapa cepat putarannya. Dengan dua informasi tersebut, Control Module segera mengirim arus listrik sesuai yang dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan begitu proses memutar setir menjadi ringan. Vehicle Speed Sensor bertugas begitu mobil mulai melaju. Sensor ini menyediakan informasi bagi control module tentang kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai sejak 80 km/jam, motor elektrik akan dinonaktifkan oleh Control Module.
Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor listrik hanya sesuai kebutuhan saja. Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan informasi dari sensor, Control Module juga mendeteksi jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS pada panel instrumen akan menyala berkedip tertentu andai terjadi kerusakan. Selanjutnya, Control Module menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas hubungan motor dengan batang setir. Namun karena sistem kemudi yang dilengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja, maka mobil masih dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir akan terasa berat seperti kemudi tanpa power steering.


Electric. Power Steering (EPS) menggunakan beberapa perangkat elektronik seperti:

1. Control Module: Sebagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
2.Motor elektrik: Bertugas langsung membantu meringankan perputaran setir.
3.Vehicle Speed Sensor: Terletak di girboks dan bertugas memberitahu control module tentang kecepatan mobil.
4.Torque Sensor: Berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke control module jika setir mulai diputar oleh pengemudi.
5.Clutch: Kopling ini ada di antara motor dan batang setir. Tugasnya untuk menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai kondisi.
6.Noise Suppressor: Bertindak sebagai sensor yang mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak.
7.On-board Diagnostic Display: berupa indikator di panel instrumen yang akan menyala jika ada masalah sengan sistem EPS.

KEUNGGULAN  EPS
EPS tidak hanya melakukan fungsi power steering biasa, namun juga bisa mengontrol tekanan hydraulic pressure yang bereaksi berdasarkan counter-force plunger yang ada pada gear box tetapnya di dalam input shaft, oleh karena itulah karakteristik steering effort vs. tekanan hydraulic bervariasi tergantung dari kecepatan kendaraan untuk memberikan karakteristik kemudi yang optimal pas dengan kecepatan kendaraan dan kondisi kemudi.
· Pada saat mobil dalam keadaan stationer dan berjalan lambat putaran kemudi ringan. · Pengaturan steering effort berdasarkan kecepatan kendaraan. · Pada kecepatan sedang dan cepat, steering effort secara akan bertambah untuk menambah kestabilan dan kenyamanan kemudi. · Pada kecepatan sedang dan cepat, ketika posisi kemudi berada atau mendekati posisi netral, fungsi reactionary plunger akan menambah steering effort agar kemudi lebih stabil. ·

 Ketika kendaraan melewati jalan yang rusak pada kecepatan sedang dan cepat, meskipun ada rintangan besar dari permukaan jalan, namun tidak akan mempengaruhi arah control kemudi, karena tekanan ouput hydraulic untuk steering effort menjadi tinggi sama seperti power steering konvensional. · Sistem ini mempunyai fungsi fail-safe sehingga meskipun sistemnya elektrikal, temasuk control unit dan sensors, namun karakteristik power steering normal masih bisa di dapat.



KOMPONEN SISTEM KEMUDI

A. STEERING COULUMN
Steering column atau batang kemudi merupakan tempat poros utama. Steering
column terdiri dari main shaft yang meneruskan putaran roda kemudi ke steering gear, dan column tube yang mengikat main shaft ke body. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan bergerigi, dan roda kemudi diikatkan ditempat tersebut dengan sebuah mur.





Steering column juga merupakan mekanisme penyerap energi yang menyerap gaya dorong dari pengemudi pada saat tabrakan. Ada dua tipe steering column yaitu :

1. Model Collapsible





Model ini mempunyai keuntungan : Apabila kendaraan berbenturan / bertabrakan dan steering gear box mendapat tekanan yang kuat, maka main shaft column atau bracket akan runtuh sehingga pengemudi terhindar dari bahaya.

Kerugiannya adalah :
1. Mainsfatnya kurang kuat, sehingga hanya digunakan pada mobil penumpang atau mobil ukuran kecil
2. Konstruksinya lebih rumit
Waktu Tabrakan Dorongan badan pengemudi terhadap roda kemudi memutuskan pen-pen plastik dan menyebabkan poros utama atas dan tabung batang kemudi terdorong maju, sementara tabung-tabung atas dan bawah dihubungkan oleh bola-bola baja. Tahanan meluncur bola-bola ini menyerap kekuatan dorong badan pengemudi.


3. Model Non collapsible
Model ini mempunyai
 keuntungan :
1. Main shaftnya lebih kuat sehingga banyak digunakan pada mobil-mobil besar atau mobil-mobil kecil
2. Konstruksinya sederhana Kerugiannya adalah : Apabila berbenturan dengan keras, kemudian tidak dapat menyerap goncangan sehingga keselamatan pengemudi relative kecil


B. STEERING GEAR
Steering gear tidak hanya berfungsi untuk mengarahkan roda depan, tetapi dalam waktu yang bersamaan juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan. Untuk itu diperlukan perbandingan reduksi yang disebut perbandingan steering gear, dan biasanya perbandingannya antara 18 sampai dengan 20 : 1. Perbandingan yang semakin besar akan menyebabkan kemudi menjadi semakin ringan, tetapi jumlah putarannya akan bertambah banyak, untuk sudut belok yang sama. Ada beberapa tipe steering gear, tetapi yang banyak digunakan dewasa ini adalah






 Tipe yang pertama, digunakan pada mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komersial. Sedangkan tipe kedua, digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang. Sudut belok dan gear ratio Pada diagram dapat dilihat hubungan sudut putar sector dengan gear ratio. Pada saat lurus atau sektor shaft berputar 2,5 ° ke kiri atau ke kanan gear ratio masih tetap 19,5 : 1. Sedangkan pada saat belok dengan sudut putar sektor 37° gear ratio menjadi besar yaitu 21,5 : 1. Oleh karena itu pada saat membelok kemudi menjadi ringan.


 GEAR BOX Ada beberapa bentuk steering gear box, diantaranya :

 1. Model Worm dan Sector Roller Worm gear berkaitan dengan sectorroller dibagian tengahnya. Gesekannya dapat mengubah sentuhan antara gigi dengan gigi menjadi sentuhan menggelinding.



 2. Model Worm dan Sektor Pada model ini worm dan sektor berkaitan langsung.







 Screw Pin
 Pada model ini pin yang berbentuk tirus bergerak sepanjang worm gear.

Model screw dan nut
Model ini di bagian bawah main shaft terdapat ulir dan sebuah nut terpasang padanya. Pada nut terdapat bagian yang menonjol dan dipasang kan tuas yang terpasang pada rumahnya.







Model recirculating ball Pada model ini, peluru-peluru terdapat dalam lubang-lubang nut untuk membentuk hubungan yang menggelinding antara nut dan worm gear.Mempunyai sifat tahan aus dantahan goncangan yang baik.
Model rack and pinion Gerakan putar pinion diubah langsung oleh rack menjadi gerakan mendatar.rack and pinion mempunyai konstruksi sederhana, sudut belok yang tajam dan ringan, tetapi goncangan yang diterima dari permukaan jalan mudah diteruskan ke roda depan.



STEERING LINKAGE
Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari steering gear ke roda depan. Walaupun mobil bergerak naik dan turun, gerakan roda kemudi harus diteruskan ke roda-roda depan dengan sangat tepat setiap saat. Ada beberapa tipe steering linkage dan konstruksi joint yang dirancang untuk tujuan tersebut. Bentuk yang tepat sangat mempengaruhi kestabilan pengendaraan.






BAB V
PENUTUP

Kata Penutup
Demikianlah laporan yang penulis buat semoga bermanfaat bagi orang yang membacanya dan menambah wawasan bagi orang yang membaca laporan ini. Dan penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas, mengerti, dan lugas mohon jangan dimasukan ke dalam hati.
Dan saya juga sangat mengharapkan yang membaca laporan ini akan bertambah motivasinya dan mengapai cita-cita yang di inginkan, karena penulis membuat laporan ini mempunyai arti penting yang sangat mendalam.
Sekian penutup dari penulis semoga berkenan di hati dan penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Kesimpulan
Kesimpulan Materi
Camtasia adalah software untuk membuat capture dari screen monitor menjadi single file atau AVI file. Camtasia dapat melakukan capture untuk area desktop, screen, fix area atau sebuah area dengan melakukan square pada desktop. Juga untuk melakukan capture dibagi atas sebuah atau multiple file dan juga menghasilkan avi file



Kesimpulan Laporan
       Setelah melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan di NS TECH selama 3 bulan penulis alhamdulillah mendapatkan kesimpulan :
Kemampun dan  ketrampilam kerja yang sebenarnya di dunia industri sangat terasa.
Dengan adanya Praktik Kerja Industri ini, para peserta prakerin cukup banyak mendapat informasi dengan pengalaman praktek kerja secara langsung sehingga menambah motivasi  bagi peserta dalam memperdalam ilmu pengetahuannya.
Setelah pelaksanaan prakerin ini dapat disimpulkan antara teori yang didapat di sekolah dengan praktik kerja di dunia usaha memiliki banyak perbedaan. Teori lebih sulit jika dibandingkan dengan praktik secara langsung.
Keberhasilan pelaksanaan Praktik Kerja Industri  ini sangat dibutuhkan oleh para taruna/ taruni agar dapat bisa mengikuti salah satu syarat menempuh UAS/UAN dan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan prakerin serta untuk memenuhi tugas mata pelajaran kompetensi kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan .
Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri ini taruna / taruni .

Manfaat Prakerin

Bagi Siswa
Jika ditinjau dari tujuan prakerin seperti yang telah dibuat daftarnya diatas, maka prakerin ini memiliki manfaat besar bagi siswa itu sendiri, diantaranya:
Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional, dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Mengasah keterampilan yang di berikan sekolah menengah kejuruan ( SMK ).
Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan – gagasan seputar dunia usaha serta industri yang professional dan handal.
Membentuk pola pikir siswa -siswi agar terkonstruktif  baik serta memberikan pengalaman dalam dunia Industri maupun dunia kerja.
Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia usaha maupun dunia Industri.
Mengenalkan siswa – siswi pada pekerjaan lapangan di dunia industri dan usaha sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.
Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam mendidik dan melatih tenaga kerja yang berkualitas.



Bagi Sekolah
Manfaat prakerin bagi sekolah sendiri sebenarnya tidak kalah banyaknya, berikut adalah beberapa manfaatnya.
Manfaat prakerin bagi sekolah sendiri sebenarnya tidak kalah banyaknya, berikut adalah beberapa manfaatnya.
Menjalankan kewajiban undang undang
Meningkatkan citra sekolah
Meningkatkan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Meningkatkan popularitas sekolah di mata masyarakat.
Sekolah akan memperoleh image / pandangan positif dari perusahaan tempat Prakerin, karena anak didik sekolah mampu beradaptasi dalam pekerjaan dan lingkungan perusahaan
Bagi Perusahaan
Perusahaan sendiri mendapat manfaat yang cukup banyak, yaitu :
Mendapatkan tenaga kerja sementara dengan “upah seikhlasnya”
Mendukung program pendidikan pemerintah
Meningkatkan citra perusahaan.
Bagi Masyarakat
Masyarakat dapat mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari siswa prakerin yang memiliki pengalaman


SARAN

Saran untuk pembaca
Semoga makalah ini bisa  membuat pembaca lebih banyak mengerti tentang apa itu Sistem kemudi dan bagaimana cara mengoperasikanya.
Sehingga bagi calon pendidik ataupun mahasiswa dapat  memudahkan dalam proses pembelajaran baik menampilkan dalam bentuk diskusi maupun sebagai bahan ajar.


Saran untuk sekolah
Alat Praktik mohon diperbanyak dan dilengkapi
Tambahkan jam Praktik siswa dari pada pelajaran teori
Dalam pembekalan materi fisik maupun mental agar lebih ditingkatkan terutama untuk pembinaan mental taruna/ i.
Dan juga guru-guru selalu memberikan motivasi, bimbingan dan keringanan pada siswa/i yang sedang prakerin.
Sebaiknya Pelaksanan Praktek Kerja Industri (Prakerin) sekolah selalu siap untuk mengsurve (memonitoring) anak-anak didiknya dengan teratur, agar sekolah tau bagaimana peserta didiknya bertingkah laku di Dunia Industri


Saran untuk instansi / perusahaan:
Dengan adanya program praktik kerja industri  (Prakerin) ini diharapkan terjadi hubungan kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan perusahaan atau instansi tempat pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin).
Proses pembimbingan praktik kerja industri (Prakerin) ditingkatkan dan harapan penulis supaya kedisiplinan praktik kerja industri (Prakerin) lebih ditegaskan.
Sebaiknya dalam Prakerin lebih diutamakan praktik dan lebih diperbanyak lagi praktiknya, terutama materi yang sering dipraktikan ketika ujian praktik sekolah.
Sebaiknya dalam Prakerin lebih diutamakan praktik dan lebih diperbanyak lagi praktiknya, terutama materi yang sering dipraktikan ketika ujian praktik sekolah.
Saran untuk pembaca (teman-teman, adik kelas dls) :
Saran untuk pembaca (khususnya adik kelas) :
Rajinlah belajar.
Utamakan sekolah demi masa depan.
Bila sedang praktik jangan sambil bercanda dan patuhi tata tertib yang berlaku.Bertindaklah dewasa dalam hal pola pikir dan perilaku agar pelaksanaan prakerin dapat berjalan dengan baik dan lancar.

No comments:

Post a Comment

BAGIAN ISI MAKALAH YANG BERJUDUL SISTEM KEMUDI (POWER STEERING)

BAGIAN ISI DARI MAKALAH YANG BERJUDUL SISTEM KEMUDI (POWER STEERING) BAB lIl LANDASAN TEORI PENGERTIAN       Pengertian S...